isi dari pelatihan blog hari rabu. . .

 

download

Kunjungi blog saya IPB Badge

Oleh. Ariyanto Hermawan G54110046

Kota Bekasi merupakan suatu wilayah di Indonesia yang sedang mengalami perkembangan menuju kota metropolis. Sehingga, pembangunan di kota Bekasi ini pun sangat pesat menyeluruh kota Bekasi. Kondisi ini sangat bagus untuk perekonomian Kota Bekasi itu sendiri, tetapi hal ini juga berdampak negatif bagi pertanian di Kota Bekasi itu sendiri. Kondisi pertanian di wilayah Bekasi bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, karena penyusutan lahan yang begitu besar akibat pembangunan gedung – gedung menyebabkan lahan pertanian semakin sedikit. Bila hal ini terus terjadi, bukan tidak mungkin Kota Bekasi akan kehilangan hasil pertanian karena tergusur oleh pembangunan. Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak,dan Cianjur) membuat laju alih fungsi lahan pertanian semakin menjadi. Hampir 750 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi menyusut setiap tahunnya. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengancam ketahanan pangan.Walaupun lahan pertanian di Kota Bekasi semakin menyusut, tetapi masih ada beberapa lahan pertanian yang ditanami padi dan sayur – sayuran. Selain itu, di beberapa wilayah lain yang kepadatan penduduknya masih sedikit, lahan pertanian pun masih dapat kita jumpai. Namun, hal itu tidak seimbang dengan jumlah penduduk di Kota Bekasi. Selain dari lahan sawah, kota Bekasi juga terkenal dengan pohon rambutan. Kota Bekasi memiliki cukup banyak pohon rambutan dan pada saat panen, menghasilkan jumlah yang cukup banyak. Sama halnya dengan persawahan, lahan pohon rambutan kini pun mengalami penyusutan, akibat laju industri yang pesat.

Didasarkan atas dekatnya pasar konsumen, kesadaran akan protein hewani dan lingkungan yang asri, serta masih tersedia lahan tidur, maka prospek pengembangan agribisnis di perkotaan cukup menjanjikan. Kota Bekasi yang berdekatan dengan DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara dan Kota Metropolian, cukup potensial untuk pengembangan agribisnis diantaranya ternak ayam ras, sapi perah, ayam buras, tanaman hias, buah-buahan, sayur-sayuran serta ikan hias, lele, patin, mujair dan lain-lain. Namun sayang, Kota bekasi tidak memiliki Dinas Pertanian dan perikanan, sehingga petani atau peternak kurang mendapatkan pembinaan karena jumlah penyuluh pertanian dan peternakan semakin merosot. Di samping kurangnya pembinaan kepada petani karena tidak adanya kelembagaan dinas pertanian atau agribisnis, maka beberapa kegiatan proyek pusat diantaranya PUAP, LM3, PAT dan lain-lain tidak memperoleh bagian dana yang cukup memadai. Di Indonesia, hanya Kota Bekasi yang tidak memiliki Dinas Pertanian atau Agribisnis sehingga mengakibatkan seolah petani di daerah ini di anaktirikan. Padahal DKI Jakarta sebagai kota Metropolitan memiliki Dinas Pertanian dan Perikanan pada tingkat Provinsi dan suku dinas pada tingkat walikota. Sedangkan Kota Tangerang dan Kota Bandung memiliki Dinas Pertanian atau agribisnin, sehingga perkenmbangan tanaman hias di kota tersebut cukup menggembirakan. Namun, bukan berarti di bekasi tidak ada pertanian atau peternakan sama sekali. Terdapat salah seorang peternak ayam ras di Kota Bekasi yang masih tetap setia dengan profesinya. Contohnya Samsulir (60 tahun) dengan alamat Gang Gomprit, Jl. Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Oleh karena itu, tidak benar jika usaha pertanian khususnya beternak ayam ras kurang cocok dikembangkan di wilayah perkotaan. Sebenarnya jika dikelola dengan baik, usaha peternakan ayam ras di Kota Bekasi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan perluasan lapangan kerja untuk mengentaskan kemiskinan. Kata Samsulir, yang kini masih memelihara ayam dengan jumlah 3000 ekor, padahal sebelumnya pernah mencapai 7000 ekor. Usaha peternakan ayam broiler merupakan tulang punggung ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari cuplikan singkat di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Kota Bekasi adalah Pasar potensial untuk mengembangkan usaha dalam bidang pertanian dan perikanan. Hanya saja, dibutuhkan bibit unggul dari Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memanfaatkan lahan hidup di kota ini.

Oleh karena itu, Bekasi menyimpan potensi yang cukup besar di bidang pertanian, apabila dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Terutama padi, rambutan, dan ayam ternak.

everything about day
April 2016
S M T W T F S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930